top of page

RAJUT SILATURAHMI HANGAT, ISTN BERIKAN PENGHARGAAN DAN SIAP JAGA WARISAN LUHUR PROF. ROOSSENO



JAKARTA, ISTN - Selain menjadi momentum penting dalam penguatan aspek hukum kelembagaan, kegiatan yang berlangsung di Ruang Sidang Rektorat Lantai II Institut Sains dan Teknologi Nasional (ISTN) pada Senin (6/7/2026) juga menjadi ajang silaturahmi yang sarat makna historis, kekeluargaan, dan penghormatan terhadap warisan pemikiran Prof. Dr. Ir. R. Roosseno.

Kegiatan tersebut mempertemukan pimpinan ISTN, pengurus Ikatan Alumni ISTN (INI-ISTN), serta cucu-cucu Prof. Dr. Ir. R. Roosseno dalam suasana hangat dan penuh keakraban. Kehadiran para penerus tokoh yang dikenal sebagai Begawan Beton Indonesia tersebut menjadi momen istimewa yang memperkuat ikatan historis antara ISTN dan keluarga pendiri ISTN.

Hadir dalam kesempatan tersebut Prof. Dr. Cita Citrawinda Noerhadi, S.H., M.IP., Ir. Migni Myriasandra Noerhadi, S.H., M.IP., M.S.E.L., serta Dr. Darwin Cyril Noerhadi, M.B.A. Kehadiran mereka disambut langsung oleh Rektor ISTN, Dr. Ir. Isnuwardianto, DEA, bersama jajaran pimpinan ISTN dan pengurus INI-ISTN.

Dalam kesempatan tersebut, ISTN menyerahkan penghargaan secara simbolis kepada para cucu Prof. Dr. Ir. R. Roosseno sebagai bentuk penghormatan atas jasa beliau sebagai pendiri ISTN. Penghargaan ini menjadi ungkapan rasa terima kasih institusi kepada sosok visioner yang telah merintis berdirinya ISTN dan mewariskan nilai-nilai perjuangan, keilmuan, serta pengabdian yang terus menjadi inspirasi bagi sivitas akademika hingga saat ini.

Tiga Amanah Luhur untuk Masa Depan ISTN 

Dr. Darwin Cyril Noerhadi, M.B.A. menyampaikan apresiasi atas berbagai perubahan positif dan strategi pengembangan yang tengah dilakukan ISTN. Pada kesempatan tersebut, ia juga membagikan beberapa pesan yang pernah disampaikan sang ibu, almarhumah Prof. Dr. Toeti Heraty Roosseno terkait pengembangan ISTN di masa depan.

Menurut Dr. Cyril, almarhumah berharap ISTN dapat memberikan ruang yang lebih besar bagi pengembangan humaniora di tengah penguatan sains dan teknologi. Selain itu, beliau juga mengusulkan agar kisah hidup dan perjalanan Prof. Roosseno yang tertuang dalam buku Reina Bokiraja dapat diangkat ke dalam bentuk film sehingga pemikiran, perjuangan, dan keteladanan beliau dapat lebih dikenal oleh masyarakat luas.

Di samping itu, Prof. Toeti Heraty Roosseno juga memiliki gagasan mengenai penyusunan Ensiklopedia Filsafat Nusantara sebagai salah satu upaya mendokumentasikan kekayaan pemikiran Indonesia. Gagasan lainnya adalah pembentukan sekolah atau pusat kajian yang berfokus pada ilmu hukum, hak kekayaan intelektual (HAKI), dan seni sebagai bagian dari pengembangan tradisi keilmuan yang lebih luas di lingkungan ISTN.

Mencetak 'Roosseno Baru' 

Merespons amanah besar tersebut, Dekan FSTT ISTN, Dr. Ir. Kun Wardana Abyoto, M.T., menyambutnya dengan optimisme tinggi. "Api perjuangan ISTN seharusnya masih menyala di dalam diri kita semua. Kita ingin mencetak 'Roosseno-Roosseno' baru di kalangan alumni dan mahasiswa ISTN. Mereka yang memiliki visi besar, berjiwa besar, dan berani bermimpi merdeka dengan teknologi," paparnya. Ia juga menekankan pentingnya penguasaan teknologi masa depan, seperti Artificial Intelligence (AI) dan transformasi digital, tanpa kehilangan nilai humaniora.

Senada dengan hal tersebut, Rektor ISTN, Dr. Ir. Isnuwardianto, DEA, menegaskan bahwa perguruan tinggi yang maju adalah perguruan tinggi yang mau mendengarkan masukan dari alumni serta para tokoh pendirinya. ISTN berkomitmen penuh untuk menjaga, merawat, dan mengimplementasikan warisan pemikiran luhur Prof. Roosseno agar tetap relevan dengan perkembangan zaman.

Kebahagiaan jalinan silaturahmi ini pun diperkuat oleh sambutan hangat dari Prof. Dr. Cita Citrawinda Noerhadi, S.H., M.IP. Mewakili keluarga, beliau menyatakan rasa bahagia atas sambutan hangat kampus dan menegaskan bahwa pihak keluarga sangat terbuka terhadap setiap peluang kolaborasi demi kemajuan ISTN ke depan.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama dilanjutkan dengan kunjungan ke Auditorium Prof. Dr. Ir. R. Roosseno. ISTN tengah merencanakan pengembangan Taman Roosseno di samping auditorium Prof. Dr. Ir. R. Roosseno yang bertepatan di depan perpustakaan. Kehadiran taman tersebut diharapkan tidak hanya menjadi bentuk penghormatan kepada Prof. Roosseno sebagai pendiri ISTN, tetapi juga menjadi ruang inspirasi bagi mahasiswa.



Comments


logo whatsapp
bottom of page