PERKUAT PENDIDIKAN KEINSINYURAN, ISTN DAN IKATAN ALUMNI RESMIKAN KERJA SAMA STRATEGIS DALAM PENYELENGGARAAN PSPPI DAN PENGGALANGAN DANA ABADI
- Ahmad Budi Gustama
- Jul 6
- 2 min read

JAKARTA, ISTN – Institut Sains dan Teknologi Nasional (ISTN) terus melangkah maju dalam mewujudkan ekosistem pendidikan yang unggul dan berkelanjutan. Bertempat di Ruang Sidang Rektorat Lantai II pada Senin (6/7/2026), ISTN secara resmi menandatangani dua Perjanjian Kerja Sama (PKS) bersama Ikatan Alumni Institut Sains dan Teknologi Nasional (INI-ISTN).
Penandatanganan kerja sama ini dilakukan oleh Rektor ISTN, Dr. Ir. Isnuwardianto, DEA, Dekan FSTT ISTN, Dr. Ir. Kun Wardana Abyoto, M.T., serta Ketua Umum INI-ISTN, Ir. Faizal Safa, S.T., M.T., IPU., ASEAN Eng. Momentum penting ini disaksikan oleh para Wakil Rektor, para Dekan dan Wakil Dekan, Kepala SPM, Kepala LPPM, Kepala Biro Akademik, serta Pengurus Pusat INI-ISTN. Penandatanganan kerja sama ini disaksikan pula oleh para cucu Prof. Roosseno yang bertepatan hadir dalam silaturahmi ISTN bersama keluarga pendiri ATN yang merupakan cikal bakal ISTN.
Acara ini merupakan tindak lanjut konkret dari Nota Kesepahaman (MoU) yang telah disepakati bersama pada 1 Agustus tahun 2025. Kolaborasi ini bertujuan untuk meresmikan landasan hukum sinergis dalam mendirikan, menyelenggarakan, dan mengembangkan Program Studi Program Profesi Insinyur (PSPPI), sekaligus membentuk tata kelola keuangan yang mandiri melalui Dana Abadi ISTN.
Sinergi Dua PKS
Agenda inti dari pertemuan ini berfokus pada penandatanganan dua kesepakatan besar:
PKS I - Kolaborasi Strategis Penyelenggaraan PSPPI:
Kerja sama ini mencakup penyelenggaraan Program Studi Program Profesi Insinyur (PSPPI) melalui jalur Reguler dan Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL). Dalam kerja sama tersebut, ISTN bertanggung jawab atas penyelenggaraan akademik, legalitas ijazah, dan penerbitan gelar profesi Insinyur (Ir.). Sementara itu, INI-ISTN berperan sebagai leading sector dalam pemasaran program melalui pemanfaatan basis data alumni serta memfasilitasi proses sertifikasi profesi ke Persatuan Insinyur Indonesia (PII).
Selain memperkuat sinergi kelembagaan, kerja sama ini juga menerapkan skema resource sharing yang mendukung keberlanjutan institusi. Dari sisa operasional yang diperoleh, sebesar 40% dialokasikan untuk Dana Abadi ISTN, sedangkan ISTN dan INI-ISTN masing-masing memperoleh porsi sebesar 30%.
PKS II - Pembentukan, Pengelolaan, dan Pertanggungjawaban Dana Abadi:
PKS II dilandasi oleh kesamaan pandangan mengenai pentingnya pembentukan Dana Abadi sebagai instrumen pendanaan jangka panjang untuk mendukung keberlanjutan pengembangan ISTN. Selama ini, ISTN belum memiliki mekanisme pengelolaan Dana Abadi yang terstruktur, padahal keberadaannya memiliki potensi besar untuk menghimpun kontribusi dari alumni, mitra industri, dan berbagai pemangku kepentingan yang memiliki kepedulian terhadap kemajuan institusi.
Melalui kerja sama ini, para pihak sepakat untuk menginisiasi pembentukan, pengelolaan, dan pertanggungjawaban Dana Abadi ISTN yang diharapkan dapat menjadi salah satu fondasi penting bagi pengembangan institusi secara berkelanjutan. Dana tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan untuk mendukung berbagai program strategis, antara lain membantu mahasiswa yang menghadapi kendala ekonomi agar dapat melanjutkan studinya, mendukung studi lanjut dosen, mendorong riset kolaboratif yang melibatkan akademisi, alumni praktisi, dan praktisi industri, serta menunjang peningkatan mutu pendidikan dan pengembangan sarana-prasarana kampus.
Keberadaan Dana Abadi juga diharapkan dapat memperluas partisipasi alumni dan mitra strategis dalam pembangunan ISTN, sehingga upaya peningkatan mutu dan pengembangan institusi dapat berlangsung secara berkesinambungan.
Dokumentasi :

















Comments