top of page

Tingkatkan Kesiapan Akreditasi Unggul, SPM ISTN Gelar Workshop Instrumen Akreditasi Program Studi 2.1 LAM INFOKOM

Jakarta, 24 Juni 2026 – Sebagai bagian dari upaya berkelanjutan dalam memperkuat budaya mutu dan meningkatkan kesiapan menghadapi proses akreditasi eksternal, Satuan Penjaminan Mutu (SPM) Institut Sains dan Teknologi Nasional (ISTN) menyelenggarakan Workshop Pemahaman dan Pengisian Instrumen Akreditasi Program Studi 2.1 LAM INFOKOM pada tanggal 23–24 Juni 2026.


Kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat Program Studi Arsitektur, Fakultas Sains Terapan dan Teknologi (FSTT) ISTN ini diikuti oleh jajaran pimpinan universitas, mulai dari Rektor, Wakil Rektor, Dekan dan Wakil Dekan, Kepala Biro, Ketua Program Studi, hingga Tim Akreditasi Internal. Kehadiran para pimpinan tersebut menunjukkan komitmen kuat ISTN dalam meningkatkan kualitas akademik dan tata kelola institusi secara berkelanjutan.


Workshop dibuka secara resmi oleh Rektor ISTN, Dr. Ir. Isnuwardianto, DEA, yang menegaskan bahwa akreditasi bukan hanya sekadar pemenuhan persyaratan administratif, melainkan instrumen penting dalam mengukur dan meningkatkan kualitas pendidikan tinggi.

Melalui workshop ini, kita ingin memastikan bahwa seluruh program studi di ISTN, khususnya di rumpun informatika dan komputer, memiliki pemahaman yang solid dan selaras mengenai instrumen 2.1 LAM INFOKOM. Kehadiran seluruh jajaran pimpinan di sini mencerminkan komitmen kolektif kita untuk terus meningkatkan standar mutu akademik ISTN agar mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional,” ujar Dr. Isnuwardianto.
Rektor ISTN membuka Acara
Rektor ISTN membuka Acara

Untuk memberikan pemahaman yang komprehensif mengenai instrumen akreditasi terbaru, SPM ISTN menghadirkan Prof. Ir. Paulus Insap Santosa, M.Sc., Ph.D., IPU, yang merupakan Asesor LAM INFOKOM sekaligus pakar di bidang penjaminan mutu pendidikan tinggi.


Selama dua hari pelaksanaan, peserta mendapatkan pembekalan melalui lima sesi materi utama yang dirancang untuk memperkuat pemahaman konseptual sekaligus keterampilan praktis dalam penyusunan dokumen akreditasi. Materi yang disampaikan meliputi pemahaman dokumen standar mutu Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI), pemahaman Instrumen Akreditasi Program Studi 2.1, strategi penyusunan Laporan Evaluasi Diri (LED) dan pengisian Laporan Kinerja Program Studi (LKPS), latihan penyusunan dokumen berdasarkan data riil program studi, serta sesi presentasi dan diskusi hasil kerja peserta.


Suasana workshop berlangsung interaktif dan produktif. Peserta aktif berdiskusi dengan narasumber terkait implementasi instrumen akreditasi, sekaligus melakukan identifikasi terhadap berbagai kebutuhan data yang masih perlu dilengkapi oleh masing-masing program studi. Melalui sesi praktik langsung (hands-on), peserta memperoleh gambaran nyata mengenai proses penyusunan dokumen akreditasi yang efektif, akurat, dan sesuai dengan standar penilaian terbaru.


Menjelang penutupan kegiatan, Wakil Rektor Bidang Akademik, Dr. I Wayan G.S. Dewantara, S.T., M.M., menegaskan pentingnya tindak lanjut yang konkret setelah workshop selesai dilaksanakan.

Workshop dua hari ini adalah langkah awal yang sangat krusial. Saya menegaskan bahwa harus ada tindak lanjut yang konkret dari setiap program studi setelah acara ini selesai. Pemahaman yang telah diperoleh harus segera diimplementasikan dalam pengumpulan data dan penyusunan dokumen riil sehingga proses peningkatan mutu akademik dapat berjalan sesuai target yang telah ditetapkan,” tegasnya.

Kegiatan kemudian ditutup oleh Ketua SPM ISTN, Dr. Siti Nurmiati, S.Kom., M.Kom., yang menyampaikan apresiasi kepada narasumber serta seluruh peserta yang telah berpartisipasi aktif selama kegiatan berlangsung.


Beliau menyampaikan bahwa keberhasilan proses akreditasi tidak hanya ditentukan oleh kualitas dokumen yang disusun, tetapi juga oleh komitmen seluruh sivitas akademika dalam mengimplementasikan budaya mutu secara berkelanjutan.


Dengan terselenggaranya workshop ini, ISTN semakin memperkuat langkah strategis dalam mempersiapkan program studi menghadapi proses akreditasi yang lebih baik, terukur, dan berorientasi pada peningkatan kualitas. Melalui sinergi antara pimpinan, program studi, dan Satuan Penjaminan Mutu, ISTN optimistis dapat terus meningkatkan daya saing institusi serta mendorong pencapaian predikat akreditasi unggul pada berbagai program studi di masa mendatang.

Dokumentasi :



Comments


logo whatsapp
bottom of page