Pengucapan Sumpah Profesi Apoteker Angkatan 49 Semester Ganjil T.A 2025/2026
- Ahmad Budi Gustama
- May 13
- 3 min read

Jakarta — Institut Sains dan Teknologi Nasional (ISTN) melalui Fakultas Farmasi menyelenggarakan Pengambilan Sumpah/Janji Apoteker Angkatan XLIX Program Studi Profesi Apoteker Semester Ganjil Tahun Akademik 2025/2026 pada Selasa, 12 Mei 2026 bertempat di Auditorium Prof. Dr. Ir. R. Roosseno, Kampus ISTN.
Sebanyak 245 lulusan Program Studi Profesi Apoteker (PSPA) Fakultas Farmasi ISTN resmi dikukuhkan sebagai apoteker baru setelah melalui rangkaian pendidikan profesi dan dinyatakan lulus berdasarkan hasil yudisium serta Uji Kompetensi Mahasiswa Program Profesi Apoteker Indonesia (UKMPPAI).
Acara tersebut dihadiri oleh jajaran pimpinan ISTN, Yayasan Perguruan Cikini, perwakilan Kolegium Farmasi Indonesia, Asosiasi Pendidikan Tinggi Farmasi Indonesia (APTFI), Ikatan Apoteker Indonesia (IAI), mitra wahana Praktik Kerja Profesi Apoteker (PKPA), para dosen, tenaga kependidikan, orang tua, serta keluarga para lulusan.
Penguatan Peran Apoteker Menuju Indonesia Emas 2045
Rangkaian acara diawali dengan laporan Ketua Program Studi Profesi Apoteker, Apoteker Teodora, yang menyampaikan bahwa berdasarkan hasil evaluasi akademik dan UKMPPAI, sebanyak 245 mahasiswa dinyatakan lulus dan berhak menyandang gelar Apoteker.
Para lulusan kemudian mendapatkan pembekalan melalui orasi ilmiah oleh Dr. Andes Soso dengan tema “Peran Apoteker Dalam Industri Kesehatan Menuju Indonesia Emas 2045”.
Dalam pemaparannya, Dr. Andes menekankan pentingnya peran apoteker dalam menghadapi tantangan industri kesehatan nasional, termasuk kebutuhan inovasi dan kemandirian industri farmasi Indonesia. Ia juga mendorong para apoteker baru untuk memiliki kemampuan adaptasi, jiwa kewirausahaan, serta strategi menghadapi perubahan teknologi dan dunia kerja.
Dekan Fakultas Farmasi: Apoteker Harus Kompeten, Berintegritas, dan Humanis
Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Farmasi ISTN, apt. Jenny Pontoan, M.Farm., menyampaikan bahwa pengambilan sumpah apoteker bukan hanya seremoni akademik, tetapi merupakan momentum dimulainya tanggung jawab profesional dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
Beliau menegaskan bahwa sumpah apoteker merupakan ikrar moral, komitmen etik, dan janji profesional yang harus menjadi pedoman dalam menjalankan profesi.
Menurutnya, pendidikan profesi apoteker tidak hanya membentuk kemampuan keilmuan, tetapi juga membangun karakter profesional yang mencakup kompetensi, integritas, kemampuan adaptasi, kolaborasi, dan kepedulian terhadap pasien.
“Masyarakat tidak hanya membutuhkan apoteker yang pintar, tetapi juga apoteker yang dapat dipercaya. Apoteker harus mampu menjaga keselamatan pasien, menjunjung etika profesi, serta memberikan pelayanan kefarmasian yang berkualitas,” ujar dekan Fakultas Farmasi.
Dekan juga mengingatkan bahwa perkembangan teknologi digital, artificial intelligence (AI), big data kesehatan, dan sistem pelayanan berbasis digital menjadi tantangan sekaligus peluang bagi apoteker masa depan.
Menurutnya, teknologi harus dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas pelayanan, namun tetap harus berjalan seiring dengan nilai kemanusiaan, empati, dan tanggung jawab profesional.
Beliau menitipkan lima pesan kepada para apoteker baru, yaitu menjaga sumpah dan kode etik profesi, mengutamakan keselamatan pasien, terus belajar sepanjang hayat, memanfaatkan teknologi secara bertanggung jawab, serta menjadi agen perubahan dalam pengembangan pelayanan kefarmasian.
Rektor ISTN Apresiasi Capaian UKMPPAI 99,6 Persen
Dalam sambutannya, Rektor ISTN, Dr. Ir. Isnardianto, menyampaikan rasa bangga atas pencapaian Program Studi Profesi Apoteker Angkatan ke-49 yang berhasil meraih tingkat kelulusan 99,6% pada UKMPPAI.
Rektor menyebut capaian tersebut sebagai bukti meningkatnya budaya mutu akademik di Fakultas Farmasi ISTN. Tren peningkatan tersebut terlihat dari capaian Angkatan ke-47 sebesar 73,84%, meningkat menjadi 100% pada Angkatan ke-48, dan kembali mencapai 99,6% pada Angkatan ke-49.
“Capaian ini bukan sekadar angka, melainkan representasi nyata dari proses transformasi dan budaya mutu yang semakin kuat di PSPA ISTN,” ujar Rektor.
Rektor juga menyampaikan apresiasi kepada mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, mitra praktik profesi, serta orang tua yang telah mendukung keberhasilan para lulusan.
Dalam sambutannya, Rektor mengingatkan bahwa profesi apoteker memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga keselamatan pasien, memastikan penggunaan obat yang tepat, serta berkontribusi dalam pengembangan ilmu kefarmasian.
Menghadapi perkembangan teknologi, khususnya Artificial Intelligence (AI), Rektor menegaskan bahwa apoteker harus memiliki kemampuan adaptasi dan literasi teknologi.
“AI bukan untuk menggantikan peran apoteker, tetapi menjadi alat untuk memperkuat kualitas pengambilan keputusan profesional,” ungkapnya.
Sebagai bagian dari komitmen ISTN terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, Rektor menyampaikan rencana pengembangan Program Magister Farmasi berbasis Artificial Intelligence (AI) serta pengembangan Program Diploma Tiga (D3) Farmasi untuk memperkuat ekosistem pendidikan dan tenaga kefarmasian.
Pengucapan Sumpah dan Pengukuhan 245 Apoteker Baru
Prosesi utama acara dilaksanakan melalui pengucapan Sumpah/Janji Apoteker yang dipimpin oleh Dekan Fakultas Farmasi ISTN, apt. Jenny Pontoan, M.Farm.
Para lulusan mengikrarkan komitmen untuk menjalankan profesi dengan menjunjung tinggi nilai kemanusiaan, etika kefarmasian, profesionalisme, serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Pengukuhan dilakukan sesuai agama masing-masing melalui perwakilan pemuka agama Islam, Kristen Protestan, Hindu, Katolik, dan Buddha.
Setelah prosesi sumpah, dilanjutkan dengan penandatanganan surat sumpah, penyerahan ijazah oleh Rektor ISTN, serta pengalungan medali profesi kepada 245 apoteker baru.
Apresiasi Lulusan Terbaik
Pada rangkaian akhir acara, ISTN memberikan penghargaan kepada lulusan dengan prestasi akademik terbaik. Penghargaan IPK tertinggi diberikan kepada Apoteker Lulu Luhviah Oktaviani dengan capaian IPK 3,99.
Acara Pengambilan Sumpah/Janji Apoteker Angkatan XLIX kemudian ditutup dengan doa, sesi foto bersama, serta persembahan lagu dari para lulusan sebagai ungkapan syukur dan kebersamaan.
Dengan dikukuhkannya 245 apoteker baru ini, Fakultas Farmasi ISTN kembali menunjukkan komitmennya dalam menghasilkan tenaga profesional yang kompeten, berintegritas, adaptif terhadap teknologi, dan siap memberikan kontribusi bagi kemajuan kesehatan Indonesia.




Comments