MAHASISWA ARSITEKTUR LANSKAP ISTN MENGIKUTI KEGIATAN ILASW 2022

Mahasiswa Program Studi Arsitektur Lanskap ISTN berpartisipasi dalam workshop internasional ILASW tahun 2022. Kegiatan International Landscape Architecture Student Workshop (ILASW) ini diadakan oleh Departemen Arsitektur Lanskap IPB University dengan tema “Coastal Landscape and Coastal Ecology Empowerment”. Rangkaian workshop tersebut diisi dengan pemberian materi oleh narasumber, diskusi kelompok dengan para mentor, dan sharing culture. Acara ini berlangsung dari tanggal 11-15 September 2022 yang diikuti oleh mahasiswa arsitektur lanskap dari beberapa negara seperti Indonesia, Malaysia, dan Filipina. Adapun mahasiswa Arsitektur Lanskap ISTN yang turut serta dalam kegiatan tersebut adalah Fresylia Novita dan Maria Noventina Dwi Arriani. Keduanya merupakan mahasiswa Angkatan 2019.

Dalam ILASW 2022 ini, proyek yang dikerjakan adalah membuat perencanaan dan perancangan Desa Panjang Wetan, Kota Pekalongan, Jawa Tengah. Desa Panjang Wetan merupakan kawasan di pesisir pantai Pekalongan yang memiliki beberapa permasalahan seperti kepadatan penduduk yang cukup tinggi, kurangnya ruang terbuka hijau, abrasi, dan banjir. Peserta diharapkan dapat mengembangkan ide dan kreativitasnya dalam menyelesaikan permasalahan dalam proyek ini dengan pendekatan arsitektur lanskap.

Fresylia dan Maria masuk ke dalam dua tim yang berbeda. Tim Fresylia mengangkat konsep Sponge City atau kota spons. Konsep spons mengacu pada kota dengan pengelolaan air hujan, menampung dan menyimpannya melalui solusi engineering. Secara keseluruhan, konsep ini membuat kota lebih hijau, memiliki cadangan air dan menciptakan iklim mikro (microclimate) kawasan yang lebih liveable tentunya juga memberikan solusi terhadap masalah yang terjadi pada kawasan pesisir yaitu banjir. Konsep yang didapatkan bermula dari mentor tim yang memberikan hasil jurnal penelitiannya mengenai kawasan pesisir khususnya daerah utara pulau Jawa.


~ Karya Fresylia Novita dan tim dalam ILASW 2022

 

Maria dan timnya juga mengangkat konsep yang sama yaitu Sponge City and Flood Adaptive Landscapes yaitu konsep yang mengikat beberapa area dan kegiatan menjadi satu tujuan atau saling bersinergi dengan desain dan pengembangan ekologi seperti konservasi mangrove, ruang terbuka hijau di sempadan sungai, penggunaan rumah panggung untuk membantu masyarakat beradaptasi dengan lingkungannya dan menghindari banjir rob.

~ Maria Noventina dan tim dalam kegiatan ILASW 2022

 

Bagi Fresylia dan Maria, kesulitan dan tantangan terbesar dalam kegiatan ILASW 2022 ini adalah gangguan teknis berupa jaringan internet sehingga cukup mengganggu kelancaran komunikasi maupun diskusi kelompok selama pelaksanaan kegiatan. Namun, kendala tersebut tidak menyurutkan semangat mereka berdua selama pelaksanaan ILASW 2022.

Pada hari terakhir ILASW 2022 diadakan kegiatan perkenalan budaya (sharing culture) dari setiap peserta. Sharing culture dibawakan sesuai dengan asal provinsi dan negara setiap peserta workshop. Fresylia dan Maria memperkenalkan budaya DKI Jakarta seperti ondel-ondel, tari khas Jakarta Lenggang Nyai, dan makanan khas Jakarta yaitu kerak telur. Pelaksanaan secara daring tidak menyurutkan semangat para peserta dalam sesi sharing culture. Terlebih lagi, Fresylia membawakan Tari Lenggang Nyai dengan sangat baik.

 

~ Fresylia Novita membawakan Tari Lenggang Nyai dalam kegiatan ILASW 2022

 

Keikutsertaan perwakilan mahasiswa Arsitektur Lanskap ISTN pada kegiatan ILASW 2022 ini membuktikan bahwa mahasiswa Arsitektur Lanskap ISTN memiliki kompetensi yang sangat baik dan semangat dalam mengembangkan keilmuan yang dimilikinya serta mampu berkolaborasi dengan peserta lain baik skala nasional maupun internasional. Selamat untuk Fresylia dan Maria!

120total visits,5visits today