Kabar Baik dari Kegiatan International Landscape Architecture Student Camp 2019 (19ILASCamp)

Pengurus Nasional Ikatan Arsitek Lansekap Indonesia (IALI) bekerja sama dengan Pengurus Daerah IALI Sulawesi Selatan telah melaksanakan kegiatan International Landscape Architecture Student Camp 2019 (19ILASCamp) pada
8-11 September 2019. Kegiatan tersebut menyasar mahasiswa program studi arsitektur lanskap baik di dalam dan luar negeri. Pengembangan pariwisata berkelanjutan berbasis potensi lanskap tradisional (desa) merupakan konsep
acara yang diusung 19ILASCamp. Peserta mahasiswa yang terlibat antara lain berasal dari Institut Sains dan Teknologi Nasional, Universitas Hasanuddin, Universitas Trisakti, Institut Pertanian Bogor, Universitas Tribhuwana
Tunggadewi, Institut Teknologi Sumatera, dan University of the Philippines. Selain melibatkan peserta mahasiswa, kegiatan 19ILASCamp juga melibatkan praktisi dan dosen arsitektur lanskap. Adapun dosen Prodi Arsitektur Lanskap ISTN juga terlibat dalam kepanitiaan kegiatan 19ILASCamp yaitu Priambudi Trie Putra, S.P., M.Si., Ray March Syahadat, S.P., M.Si., dan Cici Nurfatimah, S.P., M.Si. Salah seorang mahasiswa Prodi Arsitektur Lanskap yang juga Mahasiswa Berprestasi (Mapres) ISTN 2019, Suzanna Kusuma Putri, juga turut aktif dalam kegiatan tersebut.

Adapun lokasi kegiatan 19ILASCamp berada di Desa Rammang-rammang, Salenrang, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. Desa Rammang-rammang berada di kawasan pegunungan karst terbesar ke-3 di dunia. Para peserta
menginap selama 4 hari 3 malam di lokasi kegiatan. Beberapa kegiatan yang dilakukan yaitu kegiatan survei lapang, ramah tamah, dan malam kesenian. Peserta dibagi menjadi empat grup dengan dibantu oleh para tutor yang sudah
berpengalaman dalam keprofesian arsitektur lanskap, antara lain Nappy L. Navarra (University of the Philippines), Rahman Andra Wijaya (Director+SCAPE), Umar Zain (Oemardi_zain landscape consultant), dan Kartika Wulandari (Associate Landscape Architect PT Townland International).

Ketua Pengurus Nasional IALI, Ibu Dr. Ir. Siti Nurisjah, MSLA, menyatakan bahwa acara 19ILASCamp ini bertujuan untuk memperkenalkan kekayaan lanskap Indonesia bagian timur yang masih jarang dilirik. “Wilayah Indonesia sangat luas, dengan bioregion yang beranekaragam. Wilayah Indonesia bagian timur juga memiliki lanskap yang tidak kalah indah dan menarik dengan wilayah Indonesia bagian barat,” ujarnya. Selain betujuan untuk mempromosikan Desa Rammang-rammang, kegiatan ini juga bertujuan untuk menginisiasi dibukanya Program Studi Arsitektur Lanskap di Kampus Universitas Hasanuddin. Hal ini diharapkan akan berdampak positif bagi perkembangan keilmuan arsitektur lanskap Indonesia nantinya, khususnya bagi wilayah Indonesia bagian timur. Hal senada juga diungkapkan oleh Bapak Dr. Hari Iswoyo, S.P., M.A. Selaku Ketua Pengurus Daerah IALI Sulawesi Selatan, beliau sangat mengapresiasi kegiatan positif ini.

Di hari terakhir kegiatan 19ILASCamp, peserta melakukan presentasi grup hasil kegiatan perencanaan dan perancangan yang telah dilakukan. Nur Rahmah Amania, mahasiswi dari Program Studi Arsitektur Lanskap ISTN, bersama dengan anggota grupnya yang lain yaitu Embun Azura (Institut Pertanian Bogor), Rezza Panjaitan (Universitas Tribhuwana Tunggadewi), Karina See (University of Philippines), Balqis Taqiya Putri (Universitas Trisakti), Ananda Dwi Rezki, dan Andi Besse Kumalasari (Universitas Hasanuddin), berhasil meraih best group dalam presentasi tersebut. Selain presentasi, di hari terakhir dilakukan pemberian materi singkat oleh Ketua PN IALI Dr. Ir. Siti Nurisjah, MSLA, perwakilan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sulawesi Selatan, serta tutor Nappy L. Navarra.

79total visits,1visits today