Pengabdian Masyarakat Prodi Arsitektur Lanskap di Majalengka

Pada presentasi pengabdian masyarakat minggu kedua Desember, dosen yang melakukan presentasi hasil pengabdian masyarakat adalah Bapak Priambudi Trie Putra. Beliau mempresentasikan hasil pengabdian masyarakat yang dilaksanakan di Desa Bantaragung, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, pada bulan September 2018. Desa tersebut merupakan desa binaan Program Studi Arsitektur Lanskap (Prodi ARL) ISTN. Pada kesempatan tersebut Prodi ARL melakukan evaluasi kualitas visual Sawah Ciboer atas permintaan dari desa setempat.

Desa Bantaragung sendiri merupakan salah satu desa wisata favorit. Tak heran desa ini memperoleh penghargaan dari Kementerian Pariwisata sebagai surga tersembunyi. Desa Bantaragung sedang mengembangkan atraksi wisatanya di daerah Persawahan Ciboer. Selama ini masyarakat melakukan kegiatan perencanaan secara otodidak. Untuk itu mereka meminta masukan berupa analisis apabila daerah persawahan tersebut dibangun. Kegiatan analisis ini melibatkan beberapa instansi perguruan tinggi selain ARL ISTN antara lain Prodi Agroteknologi Universitas Swadaya Gunung Jati Cirebon yang diwakili oleh Bapak Ismail Saleh dan Prodi Tadris Matematika Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari yang diwakili oleh Bapak Tandri Patih. Prodi ARL sendiri diwakili oleh Bapak Priambudi Trie Putra dan Ray March Syahadat.

Acara yang dilaksanakan di Balai Desa Bantaragung ini dihadiri oleh Kepala Desa Bantaragung, perwakilan dari beberapa desa sekitar, pihak Kecamatan Sindangwangi, Ketua Koperasi, beberapa perwakilan pemuda desa, serta mahasiswa dari Universitas Swadaya Gunung Jati dan ISTN. Hasil pengabdian direspon sangat positif oleh pihak Desa Bantaragung. “Alhamdulillah pihak Desa Bantaragung merespon positif hasil kajian yang dilakukan, dan dari hasil kajian ini akan dijadikan dasar membuat peraturan desa terkait pengelolaan wisata di Persawahan Ciboer”. Pada saat presentasi dengan pihak desa, hasil skripsi mahasiswa Prodi ARL ISTN atas nama Anendawaty Roito Sagala dan Shinta Pertiwi juga turut dipaparkan berhubung kedua mahasiswa tersebut mengambil topik kajian di Desa Bantaragung. Sama seperti dengan presentasi hasil pengabdian, kedua skripsi mahasiswa tersebut juga memperoleh apresiasi yang besar.

 

 

 

174total visits,1visits today